Senin, 05 Agustus 2019

Teks Khutbah Idul Adha Ustadz Abdul Somad, Lc, Ma.



  Khutbah Idul Adha
Judul : 5 Hikmah Ibadah Qur'ban
Oleh : Ustadz Abdul Somad Lc, Ma (05-09-2017/1437 H)
Diketik Oleh : Syamsul Bahri Said Al-Pungguri (05-8-2019 / 1440 H)

Khutbah I
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْب َرُ اَللهُ أَكْبَرُ
 اَللهُ  أَكْبَرْ كَبِيْرً وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ   بُكْرَةً وَأَصِيْلا ً     
اَلحَمْدُ لِلّهِ الوَاحِدِ القَهَّارِ، الرَحِيْمِ الغَفَّارِ، أَحْمَدُهُ تَعَالَى عَلَى فَضْلِ هِ المِدْرَارِ، وَأَشْكُرُهُ عَلَى نِعَمِهِ الغِزَارِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ العَزِيْزُ الجَبَّارُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّداً عَبْد ُهُ وَرَسُوْلُهُ المُصْطَفَى المُخْتَار، صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ الا طَيِّبِيْنَ الأَطْهَار، وَإِخْوَنِهِ الأَبْرَارِ، وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ مَا تُع َاقِبُ اللَيْلَ وَالنَّهَار، أما بعد، فَيَاأيُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُم ْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّش يْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اَتّقُوا ال له وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَ كُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. وقال تعالى
 يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِ لاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْن

Hadiri Hadirat Jamaah Sholat Idul Adha Yang dirahmati Allah Swt.
Yang diperantauan akan kembali pulang dikampung halaman bertemu dengan sanak saudara, handai taulan, sahabat kerabat, dan tetangga. Yang lama dinegri orang akan kembali karena hari ini adalah hari yang besar, hari ini adalah yang diberikan Allah ta'ala, bukan buatan manusia, bukan diciptakan oleh negara tapi dia memberikan karunia Allah, maka sesibuk apapun mereka mencari nafkah hari ini mereka kembali bertemu bertatap muka bersalam memeluk cium. Tapi tak sebagian ada bersama kita, andai mereka yang pernah mencarikan nafkah, memberikan makanan yang halal untuk kita itu, ada bersama dengan kita. Pulang dari sholat ini kita akan ambil tangannya,  kita akan peluk tubuhnya, dia yang dulu mengandungkan kita 9 bulan 90 hari lamanya, melepaskan kita merengang nyawa, berapa kali dia tidak dapat sholat tahajud karna kita ?, berapa kali sholat dhuhanya tertunda karna kita ?, berapa kali dia tidak membaca qur'an karna tangis kita ?, berapa kali dia tidak bisa berzikir ?, berapa hari berapa kali puasanya tinggal ?, karna menyusukan kita. 

Andai ia hidup hari ini andai dia ada bersama kita, dapat kita ambil tangannya dapat kita peluk tubunya yang rapuh, oh ibunda dihari yang besar ini maafkan salah kami, berikan kami doa-doamu yang maqbul, tapi sebagianya tak lagi ada bersama kita, mereka tidak duduk bersama kita, mereka sudah pidah kealam yang lain, sejuknya masih terbayang diwajah kita, tawanya masih ingat dipelupuk mata tapi dia tidak ada bersama kita, apa yang bisa diucapkan ?, a llahummaghfirlaha a llahummaghfirlahu Allahummaghfirlahum Warhamhum Wa ' Aafihim Wa'fu'anhum yang dapat diucapkan dari mulut r abbighfirli waliwalidayya warhamhuma kamaa robbayani shoghiraa  tapi yang mati tak bisa kembali, yang hidup masih ada bersama kita, mari kita kunjungi mari kita sambungi silaturrahim m an ahabba ayyubsatolahu fii rizkhi siapa yang mau dimurahkan rizkinya wayun sa-alahu fii asarihi dipanjangkan umurnya dan f alyasil rahimahu hendaklah dia menyambung tali silaturrahim, kakak adik handai taulan dan saudara mari kita pererat kembali, adapun mereka yang sudah menghadap Allah sebutlah yang baik-baik sebutlah yang elok-elok, sebutlah yang dapat membangkitkan kita untuk beramal sholeh. 

Di hari yang besar ini terus terulang setiap tahun tapi ada 5 hal penting setidaknya dapat di sampaikan khatib pada kesempatan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 H ini, yang pertama kita ingat bagaimana seorang manusia bernama Ibrahim As, yang tak lepas dari ujian dan cobaan . Ujian pertama yang diperhadapkan adalah seorang ayah yang tidak beriman kepada Allah, kafir penyembah berhala, Ibrahim mengajak ayahnya diabadikan dalam alqur'an wa-izqaala ibraahimu li-abihi aazar ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya azar atat-takhizu ashnaman aalihah kenapa kamu menyembah berhala, tapi cakap yang diterima Ibrahim tidak selembut kata- katanya. Azar berkata kasar laillam tantahi kalau kau tak berhenti menceramahi aku kalau kau tak berhenti mengajak aku kalau tak berhenti membujuk mengatakan kalau tuhanku ini salah laarjumannaka aku akan lempar kamu pakai batu sampai mati tiggalkan aku, ini kata-kata Azar kepada Ibrahim. Marahkah Ibrahim ?, Ibrahim tidak marah Ibrahim menjawab salamun 'alika keselamatan untukmu wahai ayah aku akan meminta ampun kepada Allah meskipun kau salah walaupun kau berdosa aku akan meminta ampun kepada Allah karna Allah itu maha pemurah karna Allah itu maha pemaaf karna aku dekat dengan Allah, Allah pun mengabulkan doa-doaku. 

Karena itu sekasar apapun orang tua maka kita tidak berhak mengatakan menghancurkan mereka, sampai-sampai Allah katakan kalau mereka memaksamu wa-in jaahadaaka 'alaa antusyrikabii mempersekutukan aku  falaa tuti'huma kalian jangan patuh jangan ikut cakapnya, tapi ayat itu ditutup dengan lembut dan baik wasoo hibhumaa ma'ruufaa t etaplah kalian   bergaul dengan baik tetaplah kata-kata yang baik. Putuskah silaturrahim seorang ibu dan anak?. Ternyata berbeda agama tidak memutuskan tali silaturrahim, Asma' ibunya musyrik datang ingin berkenalan ya Rasulallah ibu saya ingin betul berjumpa dengan saya. Apakah nabi melarang ?, apakah nabi marah ?, nabi mengatakan sambungla tali silaturrahimmu wahai Asma', bolehkan aku memberi hadiah bolehkan aku memberi buah tangan sebagai kenang-kenagan dia, dengan lembut nabi mengatakan berikanlah. 

Belajar dari Ibrahim As ujian yang pertama adalah ujian orang tua, mana yang lebih kita patuhi ?,   wa'budullaha walaa tusyriku bihi syai-an wabilwaalidaini ihsana setelah Allah langsung orang tua, tapi tak semua seberuntung kita, kita mendapatkan ayah muslim ibu muslimah medirikan sholat zakat puasa sunnah, tapi ada orang-orang yang berdoa berbeda agama dan Ibrahim mengalami itu, ujian pertama Ibrahim menghadapi ayah. Selesai dengan ayah dihadapkan dengan ummat penyembah berhala maka Allah ta'ala menceritaka bagaimana Ibrahim menghancurkan berhala-berhala itu lalu kemudian dia murka. Ujian pertama ujian ayah ujian yang kedua ujian ummat, pertama ujian keluarga kedua ujian masyarakat, ujian datang silih berganti selama kita berdoa baik, beriman kepada Allah maka seorang akan diuji keimanannya. Hari itu pula mereka mengumpulkan kayu, mereka membuat api keunggulan mereka bakar Ibrahim disitulah mu'jizat datang Allah berfirman   qul yaa naaru wahai api بَرْدًاsejuklah وَسَلَامًا jangan membakar.

Ujian orang tua lulus ujian ummat selamat sekarang ujian pernikahan, lama menikah dengan Sarah menikah lagi dengan Hajar, tidak pula dikarunia anak berdoa siang dan malam doanya daabadikan dalam alquran r obbi habli minnassholihiin ya Allah berikan aku anak yang sholeh, maka ujian kematian ingin medapatkan anak , lama tak punya anak 86 tahun lamanya barulah Allah takdirkan. Lahirlah seoarang anak bernama Ismail. Ujian menghadapi ayah lulus ujian mengahadapi ummat selamat ujian menghadapi istri juga selamat, sekarang diuji dengan anak, anak yang sedang ganteng dan lembutnya, anak belahan hati belahan jiwa itu yang dipinta oleh Allah, Allah memerintahkan Ya bunayya wahai anakku inni arofil manam aku lihat dalam mimpiku anni azbahuka aku menyembelih lehermu fanzur maazaa taroo apa pendapatmu wahai anakku, sang anak menjawab qaala yaa abati wahai ayahanda if'al maatu'mar laksanakan apa yang dipuji Allah satajiduni insyaallahu minassobirin insyaallah aku termasuk orang-orang yang sabar. 

Ibrahim adalah model manusia yang diberikan Allah ujian dan dia lulus ujian itu, diuji anak lulus, diuji istri lulus, diuji orang tua lulus, diuji dengan ummat selamat, maka kalau hari ini kita diuji dengan anak luluskah kita ?, ini pertanyaan penting setiap ummat   Islam . Hari ini diuji dengan orang tua kalah akidahnya diuji dengan istri mengalah imannya diuji dengan anak hancur keyakinannya maka kita tadi sebut namanya 4 kali dalam sholat kama shollaita 'ala Ibrahim w'ala ali Ibrahim kama barakta'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim itu bukan sekedar nama Ibrahim diujung lidah, ditepi bibir, itu bukan sekadar nama Ibrahim dalam sejarah dalam alquran, tapi itu adalah nama Ibrahim supaya kita tegar supaya kita kuat memulihkan Ibrahim As. Ajaran pertama orang yang beriman pasti teruji imannyaahasibannas ayyutraku apakah manusia itu dibiarkan begitu saja ketika dia berani mengatakan aamanna kami beriman wahum layftanun padahal mereka belum diuji ketika berani mengatakan a syhadualailahaillallah wa asyhaduannamuhammdarrasulullah maka konsekuensinya adalah ujilah imanku ya Allah maka ketika ujian itu datang tegarlah, ketika ujian itu datang silih berganti maka ucapkanlah i nnalillahi wainnailaihi rojiun.

Pelajaran yang kedua yang dapat kita ambil dari Idul Adha   bahwa Allah akan meminta kepada kita seperti yang ia pinta kepada Ibrahim As, Allah tidak meminta kambing Ibrahim kambingnya banyak,   Allah tidak meminta Ibrahim untanya banyak. Yang diminta Allah adalah yang paling dia cintai. Apa yang paling dicintai Ibrahim ?, yaitu anaknya Ismail As, anak yang salama ini dia minta, selama 86 tahun lamanya. Apa maknanya?, jika kita mengatakan cinta kepada Allah mana yang lebih kita cinta?,  lebih cinta Anak atau lebih cinta Allah? lebih cinta harta atau lebih cinta Allah ?,  belajar dari Ibrahim As belajar dari kehidupan Ibrahim As maka sudahkah kita berikan yang paling kita cintai kepada Allah Swt. 

La   yu'minu ahadukum   kamu tidak percaya hatta akuna ahabba ilayya sampai dia lebih dicintai aku kata nabi min maalihi dari pada hartanya wawaladihi dari pada anaknya wannasi ajma'in dari semua manusia. Ibrahim As menunjukkan kepada kita semua aku tidak sayang kepada hartaku aku tidak syang kepada anakku, anak kandungku kuberikan kalau itu yang dipinta oleh Allah swt. Maka qurban yang diberikan kita pada pagi ini, seekor kambing seekor lembu seekor sapi, itu belum ada apa-apanya. Jangan sangka sudah beramal, padahal amal kita tak sampai seujung rambut Ibrahim, tak sampai seperti sebutir debu, tak sampai seperti tapak kaki semut yang hitam diaatas batu yang besar di malam yang gelap ditengah samudra yang luas, amal kita kerdil dihadapan Allah dibandingkan dengan Ibrahim As .

Hari ini pagi ini kita akan melihat bagaimana   ummat Islam dari berbagai Negara, semuanya berkurban tapi tak ada yang mengorbankan anak.  Hanya Ibrahim saja yang berani mengorbankannya, kita tidak dituntut untuk menyembelih anak kita, tapi kita dituntut untuk memberikan apa yang layak apa yang paling kita cintai untuk diberikan kepada Allah Swt. Kalau kamu lebih cinta pada ayah kamu kalau kamu lebih cinta pada ibu kamu, kalau kamu lebih cinta kepada istrimu, kalau kamu lebih cinta anak-anakmu, kalau kamu lebih cinta kapada hartamu, kalau kamu lebih cinta kepada perniagaanmu, kalau lebih cinta kepada rumahmu ingatlah sampai datang perkara Allah Swt, ingat harta yang disayang anak yang disayang tidak dapat membantu dihadapan Allah yaumala yamfa'u malun hari itu tak ada guna lagi harta wala banun tak ada guna lagi anak, yang datang menghadap Allah biqolbin salim dengan hati yang bersih hati yang suci kambing itu sapi itu akan datang dihari kiamat dengan tanduknya dengan kukunya dengan bulunya akan bersaksi di hadapan Allah. 

Ini semua melarang, kita harus berkurban seperti pengorbanan Ibrahim As, pertanyaannya sudahkah kita berkurban ?, orang bisa menyembelih kambing menyembelih unta dihari yang mulya ini, tapi dihari yang lain bisakah kita memotong sedikit dari gaji kita. Allah hanya meminta 2 setenga pesen zakat infaq shadaqah itulah yang akan membantu dihadapan Allah Swt. Berapa banyak orang yang sanggup berkorban di Idul Adha tapi tak sanggup berkurban dihari yang lain dalam bentuk yang lain dalam bentuk zakat dalam bentuk infaq dalam bentuk shadaqah padahal kalau kita mati itulah yang akan menolong dihadapan Allah Swt. Pelajaran pertama siapa yang hidup pasti diuji pelajaran kedua s udahkahkita berkuban seperti pengorbanan Ibrahim Sebagai pelajaran yang ketiga adalah bagaimana keberhasilah Ibrahim mendidik seorang anak sampai patuh luar biasa, kepatuhannya pada tingkat irasional tidak masuk akal kepatuhan seorang anak ketika menghadapi kematian hanya ada pada Ismail As, disitulah letak pendidikan anak. 

Mari kita didik anak kita hari ini supaya patuh sepeti patuhnya Ismail As diberikan makananan yang halal dimasukkan dalam pedidikan yang baik, hari ini kita tidak lagi diserang dengan meriam belanda tidak lagi diserang dengan senjata tajam. Slimer sudah mematahkan pedangnya di atas makam Salahuddin Al-Ayyubi wahai sultan Salahuddin kami tidak menyerang kalian dengan pedang karna pedang pedang dengan kami kalah, perang salib membuktikan mereka kalah dengan pedang tapi kami bertingkah dengan urat saraf, apakah memilih pemimpin muslim tapi korupsi atau memilih pemimpin kafir tapi jujur ​​itu logika-logika perang urat saraf, lebih baik perempuan berjilbab tapi melawan aturan Allah atau tidak berjilbab tapi baik itu perang urat saraf. 

Kita diserang melalui facebook, twitter, whatshap, televisi, sinetron, anak-anak kita dirusak mulalui game online, playstesion, semua itu supaya kita ingat kembali sanggupkah kita menyalamatkan anak-anak kita seperti Ibrahim menyelamtakan putra Ismail terus dari belenggu-belenggu setan dari godaan-godaan dari berbagai macam ujian. Ketika kita mampu maka kita layak menyebut namanya kama shollaita 'ala Ibrahim wa' ali Ibrahim kama baarakta 'ala Ibrahim tapi kalau kita tidak sanggup maka kita gagal. Anak itu amanah orang tuanya berjilbab panjang, bapaknya rajin sholat berjamaah menuju surga tapi kalau anak-anak itu tidak kita didik dengan baik maka saya juga kaki kita akan masuk keneraka jahannam. Maka mari kita selamatkan, ini adalah aset, anak-anak adalah investasi akhiratiza matal insan hadis riwayat muslim kalau manusia mati inqata'a putus amalnya yang dulu rajin membaca alquran putus, yang dulu rajin berqurban setiap tahun putus, yang dulu rajin sholat dhuha putus, tapi ada yang tidak putus waladun sholihun anak yang sholeh. 

Belajar dari Ibrahim belajar dari Hajar, Hajar adalah perempuan yang sholehah yang mendidik seorang anak yang mampu tunggal perent, berapa lama dia meninggalkan Ibrahim As ?, perempuan yang  tegar Hajar bukan perempuan yang cengeng Hajar bukan perempuan yang lemah Hajar adalah tipikal model ibu-ibu muslimah perempuan yang tegar membesarkan seoarang anak dengan bantuan tawakkal, dari seoarang ayah yang sholeh dari Ibrahim disemai benih dalam rahim Hajar lahirlah seorang anak bernama Ismail As, cucu cicit dari seoarang Ismail itu lahirlah seorang nabi besar rahmat semesta alam dia adalah Nabi Muhammad Saw. 

Jamaah Idul Adha yang dimulyakan Allah Swt, Allahuakbar 3x Walillahilhamd. Belajar dari kisah ini kita sudah dititipkan anak, anak itu tanggung jawab kelak kita akan ditanya dihadapan Allah innasam'a pendengaran walbasar penglihatan wal fuadhati dan pikiran. Telinga pernahkah kau dengar perasaan anakmu pernahkah kau dengar curhatan anakmu pernahkah kau mendengar kata-kata lembut anakmu jangan-jangan kau ini lebih banyak mendengarkan tv mendengarkan hp dari pada pembicaraaan anakmu, mata apa yang kau pandang dari pakaian anakmu jilbabnya, baju kurungnya celana sempitnya, hati dan fikiran sudahkah kau fikirkan kalau kau mati anakmu akan menyembah apa?. Ya'kub berkata kepada anak-anaknya kalian akan mnyembah apa setelah aku mati nanti, mereka akan mengobah akidah anak-anak kita mereka tak akan pernah puas yahudi dan nasrani sampai anak-anak kita ikut agama mereka. Ikut agama bukan berarti anak kita murtad kita tetap Islam, di KTP tetap tertulis Islam, ceramah-ceramahnya yahudi cara bisnisnya cara bisnis yahudi karna dia terlepas dari islam, 

Allahuakbar 3x Walillahilhamd, pelajaran yang ke 4 dari pelajaran Ibrahim as adalah bahwa Nabi Ibrahim diperintahkan untuk memakmurkan baitullah rumah Allah swt. Hai Ibrahim dan Ismail sucikan rumahku ini orang yang bnyak thawaf orang yang banyak I'tikaf untuk orang yang banyak ruku' dan sujud itulah dia Almasjidil Haram. Hari ini saudara –saudara kita yang sedang melaksanakan haji mereka berthawaf sa'itahallul wukuf melontar jumrah, ini adalah semua ritual sebagian besarnya perjalan Ibrahim As, apa maknanya?, setelah lulus diuji berhasil mendidik anak dan istri, ada satu yang terpenting dari yang terpenting yaiyu memakmurkan rumah Allah swt. Pagi ini kita semua sedang memakmurkan rumah Allah, zuhur nanti ashar nanti magrib nanti isya bagaimana sikap kita ?, Allah swt mengatakan yang membangun memakmurkan rumah Allah beriman kepada Allah dan hari akhir menegakkan sholat menunaikan zakat mereka tidak takut kecuali hanya Allah saja. 

Mari kita didik anak-anak untuk memakmurkan masjid, dulu di masa kita masjid kecil surau langgar mushollah ramai dengan anak-anak yang sedang sholat berjamaah tapi lambat laun kondisi ini sudah berkurang datang televise datang prabola datang internet menarik mereka semua sehingga mereka tidak ada lagi mengaji magrib , mari kita makmurkan kembali masjid bukan sekadar sholat idul adha bukan sekadar menyembelih hewan qurban hari inipun perempuan datang ke masjid nabi memerintahkan, maaf kata yang sedang haid bawa keluar bukan masuk ke masjid tapi untuk mendengarkan khutbah idul adha anak-anak istri ikut melihat menyaksikan pemotongan hewan qurban ini untuk apa?,supaya mereka menjadi jinak menajdi hatinya lunak kemasjid ada 7 golongan yang akan mendapatkan naungan Allah hari itu tidak ada nanungan kecuali naungan Allah swt atap masjid ini akan tercabut atap rumah akan hancur buki-bukit seperti bulu kambing dihembus angina, disaat itu dimana kita akan bernaung ada yang akan mendapatkan naungan diantaranya adalah orang-orang yang dia tergantung dimasjid badannya boleh dikantor badannya boleh dipasar badannya boleh ditoko tapi dia tergantung di masjid, sayup-sayup dia dengar suara takbirsayup-sayup dia dengar suara takbirsayup-sayup dia dengar suara takbirAllahuakbar sayup-sayup dia mendengar suara azan hayya'alssolah maka dia segera datang ke masjid Nabi tidak hanya mengajak tapi Nabi mengancam mereka yang tidak mau kemasjid mereka yang sholat dirumah mereka enjoy saja, jangan ulang lagi kalau kalian sholat dirumah aku akan bakar rumah kalian. Nabi orang yang lembut orang yang santun tapi kalau urusan kemasjid Nabi keras Nabi tegas. 

Hari ini masjid dibiarkan bangun masjid ramai, diberikan bangunan yang mewah dengan perhiasan-perhiasan keramik kaligrafi dengan perhiasan dengan berbagai macam ragam tapi dikosongkan, mari kita ajak anak mari kita makmurkan masjid dengan pengajian dengan tablik akbar dengan mengkaji kitab-kitab klasik. Dulu masjid cikal bakal pondok pesantren universitas Alazhar berwal dari masjid, Universitas Zaituniyah di Tunisia berwal dari masjid Universitas Alawiyyin di Maroko berwal adri masjid universitas-universitas itu semua berawal dari masjid tapi hari ini terbalik universitasnya ada tapi masjidnya tidak dibangun universitasnya berdiri megah tapi tidak ada tempat sholat, airportnya mewah hotelnya mewah tempat sholatnya seperti tempat kandang kambing, karpetny baunya busuk tempat lain baunya harum pelecahan terhadap masjid negri muslimnya terbesar didunia tapi menghinakan dan melecehkan masjid. Anggaran untuk anggaran besar puskesmas untuk olahraga PON besar anggaran untuk rumah ibadah masjid kecil, maka mari kita jaga masjid kita belajar dari pelajaran Ibrahim memakmurkan masjid. 

Allahuakbar 3x Walillahilhamd. Pelajaran yang ke 5 pelajaran hikmah yang terakhir yang dapat kita petik dari idul adha tahun ini adalah Ibarahim diuji dengan set pagi sauadara kita dimina melontar jumrah aqobah selesai ini mereka akan melontar lagi tanggal 11 ula wustha aqobah tanggal 12 melontar lagi ula wusta aqobah tapi tanggal 13 melontar lagi ula wusta aqobah 63 batu 70 puluh butir batu dilontarkan kepada tiang, ini bukan melontar setan ini adalah simbol permusuhan kau sedang melaksanakan haji maupun yang belum ingat setan adalah musuh jadikan dia sebagai musuh, tapi tak semua menjadikan setan sebagai musuh hari ini orang berkawan berteman dengan setan. Allahuakbar 3x Walillahilhamd  lawan setan dengan teriakan Allahuakbar ketika azan dikumandangkan setan berlarian ketika bezikirpun zikir hati zikir fikiran setan akan pergi makanya jangan pernah putus dari zikir kata Allazi yuwaswisufisudurinnas dia akan terus berbisik  dia goda Ibrahim, Ibrahim lulus dia goda Hajar, Hajar lulus dia goda ismail, Ismail lulus . Setan akan tetap datang lulus ayahnya belum tentu lulus anaknya lulus istri belum tentu lulus maka setan datang disetiap aspek kehidupan aku akan datang dari depan aku akan datang dari belakang aku akan datang dari kanan….dan akan datang dari kiri setan tak pernah putus asa maka kita lawan ini setan kita abdikan diri kita kepada Alah swt. 

Sampai kapan setan ini berhenti menggoda ?, sampai selama ruh dikandung badan selama jasad masih bergerak selama jantung masih berdetak selama fikiran masih waras setan akan tetap datang sampai akhirnya kita sakatul maut menang melawan setan, setan akan datang membawa air yang dingin air yang sejuk kau bersaksi tiada tuhan selain aku hai orang yang akan sakaratul maut bersaksilah engkau tiada tuhan selain aku tapi saudara kita membisikkan telinga sebelah kanan lailahaillallah laqqinu mautakum talkinkan orang yang akan mati diatara kalian bisikkan ketelinganya sebelah kanan laailahaillallah makanya zikir yang paling afdhol adalah zikir lailahaillallah dengan itu kita hidup dengan itu kita mati dengan itu kita diabangkitkan dipadang mahsyar maka itulah yang kita ajarkan kepada anak, dia boleh menjadi sarjana dia boleh jadi insyinyur dia boleh SH MH tepi tetap mengatakan laillahaillah hai anakku saat kau lahir dahulu kubisikkan ketelingamu laailaahaillallah  disaat akau nanti mati nak saat aku terbujur kaku diruang ICU yang lain lupa ibumu menangis meratapi karna takut aku tinggalkan tapi aku ingin kau tegar dan engkau membisikkan ketelingaku lailahaillallah. 

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم




Khutbah II

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْب َرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ
أَكْبَرْ  كَبِيْرً وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُك   ْرَةً وَأَصِيْلاً   . اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ λَوْفِيْقِهِ وَاِمْمن Per نِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّ دَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْم ًا كِثيْرًا


أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَا عْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّ ذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّد ِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُ مَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّ ةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّ يْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِ َّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِ مَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَة ِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً َوسَائِر ِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَا سِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ !





Catatan : 

Mohon maaf kalau ada ketikan tulisan yang salah, disesuaikan untuk dalil yang bercetak merah dicari yang tulisan asli (Tulisan Arab), supaya tidak salah. Untuk Muqaddimah Khutbah ke-1 dan khubah ke-2 tidak sama dengan Ust Abdul Somad. 

Ini link khutbah asli beliau di youtube : https://youtu.be/0d81_tw-u-c

Semoga bermanfaat....!!!

Sabtu, 27 Juli 2019

Teks khutbah Jumat Ustad Dr. Abdul Somad Lc, MA Menggetarkan Jiwa Menolong Agama Allah Swt


Teks khutbah Jumat Ustad Dr. Abdul Somad, Lc, MA
Menggetarkan Jiwa
Menolong Agama Allah Swt


Oleh : Ustadz Abdul Somad, Lc, MA
Dipublikasikan oleh : Tafaqquh Video (14 Maret 2015)
Diketik Oleh : Syamsul Bahri Said Al-Pungguri (10-Juli-2019)



Khutbah I

اَلحَمْدُ لِلّهِ الوَاحِدِ القَهَّارِ، الرَحِيْمِ الغَفَّارِ، أَحْمَدُهُ تَعَالَى عَلَى فَضْلِهِ المِدْرَارِ، وَأَشْكُرُهُ عَلَى نِعَمِهِ الغِزَارِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ العَزِيْزُ الجَبَّارُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المُصْطَفَى المُخْتَار، صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ الطَيِّبِيْنَ الأَطْهَار، وَإِخْوَنِهِ الأَبْرَارِ، وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ مَا تُعَاقِبُ اللَيْلَ وَالنَّهَار، أما بعد، فَيَاأيُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. وقال تعالى
 يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْن

Hadirin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah Swt. Sampai pada pagi sampai siang sampai pada malam nanti kita senantiasa mengharapkan Allah Swt melimpahkan rahmat dan karunianya, karna rahmat itulah seekor singa tidak memakan anaknya, sekor burung gagak yang garang tidak memakan telurnya, seekor gajah tidak menginjak anak bayinya yang baru lahir, karna apa?, Karna Ada rahmat Allah Swt. Bahkan suatu ketika nabi Saw mengatakan laayud khilu ahadal jannata ‘amaluh kamu tidak masuk surga karna amalmu, wala anta yaa rasulallah engkaupun tidak masuk surga karna amalmu, wala ana akupun tidak masuk surga karna amalku, illa ay-yataghammadaniyallahu bimaghfiratin warahmatin Allah ta’ala mencurahkan rahmatnya. Rahmat itulah yang dimintakan khatib pada awal khutbahnya Assalamualaikun warahmullah, rahmat itulah yang senantiasa yang kita mohonkan pada yang hidup dan yang mati, allahummaghfirlahu warhamhu dan pada saat dua sujud kita mintakan robbighfirli warhamni.

Kenapa saat ini orang yang berdosa masih hidup ? karna Allah taa’ala masih mencurahkan rahmat hidup, tapi tidak semua yang hidup datang kemasjid ini. Tapi dirumah sakit saat ini ada terbaring saudara-saudara kita yang sedang diuji diberi rahmat hidup tapi sehatnya dicabut Allah. Tatapi sampai saat ini ada pula yang berkeliaran ditepi jalan raya diberikan rahmat hidup, diberikan rahmat sehat, tapi dicabut Allah ta’ala nikmat terbesar dalam dirinya rahmat istiqomah iman dan islam.
Oleh sebab itu rukun khutbah khatib mengucapkan Alhamdulillah, kenapa diucapkan alhamdulilah karena siang hari ini masih bersemayam diri kahtib, semua kaum muslimin yang melaksanakan sholat jumat masih bersemayam rahmat hidup, rahmat sehat, rahmat istiqomah dalam iman dan islam. Kita hanya dapat membalaskan dengan ucapan lidah Alhamdulillah, kalimatani dua kaliamat khafifatani alallisan ringan diucapkan dilidah saqilatani filmizan tapi berat pada timbangan mizan hari kiamat subahanallah wabihamdihi subhanallahil azim, senantiasa kita basahkan lidah berzikir, hanya itu yang dapat kita balaskan atas nikmat rahmat karunia Allah swt. 

Tapi rasanya tidak adil bila orang diberi lidah hanya sanggup bertasbih, bagaimana bila orang diberi nikmat kekuasaan,? apakah seekor gajah akan dianggap melakukan yang sama dengan seekor semut?, tentu tidak !. Makin besar nikmat rahmat yang dicurahkan Allah maka makin besarlah tuntutan Allah terhadap diri kita. Bagi fakir miskin, orang yang sakit dia cukup mengucapkan Alhamdulillah, tapi bagi orang punya kekuasaan dia mesti besyukur dengan kekuasaan yang dipinjamkan Allah ta’ala kepada diriya. Kekuasaan yang engkau terima bukanlah hadiah, kekuasaan yang kau terima bukanlah suatu kemulyaaan, tapi ia adalah tanggung jawab dihadapan Allah Swt.

Kita ingin melihat sejarah sebelum islam, sebelum nabi Muhammad Saw datang, bagaimana orang-orang yang bukan ber-agama Islam menggunakan kekuasaannya untuk menolong agamanya. Dalam cattatan sejarah lebih 3 abad sebelum Nabi Isa As, disamudra Hindia ditengah belantara India ada seorang raja yang bernama Asoka lalu dengan kekuasaannya dia tolong penyebaran agama Budha, sampailah ke negri kita kepulau Sumatra kesemenanjung Malaya, maka tidak dapat dipungkiri nenek moyang kita satu penganut dengan agama tersebut. Dengan apa agama itu sampai ?, padahal alat telekomonikasi multimedia belum lagi secanggih saat ini ?, dia sebarkan agama itu dengan kekuasaan. Nama Asoka tertulis dengan tinta emas seorang kaisar India yang mengejar segala penjuru dunia untuk menyebarkan satu agama keyakinannya.

Abad ke-3 memasuki awal abad ke-4 masehi, seorang kaisar Romawi bernama Konstantin, ingin memulyakan namanya dia buat nama kota dengan nama dirinya Konstantinofel, seluruh Eropa dia kristenkan, dengan apa ?, denga kekuasaan yang ada pada dirinya. Bila orang tidak tahu apakah keyakinannya ini apakah diridhoi  Allah atau tidak, tapi dengan kekauasaannya dia tolong agamanya, mengapa orang yenga beriman yang yakin lailahillallah muhammdarrasulullah tapi dia tidak berbuat apa-apa untuk agamanya.

Kelak dia akan ditnya dihadapan Allah, bagi yang punya telinga hanya kan ditanya telinga, bagi yang punya mata hanya akan ditnya mata, bagi yang punya lidah hanya akan dintanya lidah, tapi yang punya kekuasaan selama engkau berkuasa apa yang sudah kau pakai untuk agama Allah. Berapa masjid yang kau bangun ?, berapa musholla yang kau bantu ?, berapa anak yatim yang kau sekolahkan ?, berapa perda peraturan daerah yang berbau syariah yang dapat engkau lahirkan.?. karna permaslahan problematika ummat tidak selesai dengan khubah jumat. Anak-anak remaja keluyuran malam lewat jam 12 jam 1 malam, apakah mungki al-ustadz berceramah ditengah jalan ?, dikaroke? didiskotik? diwarnet?, ini tidak dapat dilakukan. Lalu siapa yang dapat mencegah nahi mukar ini ?, ialah orang yang memiliki kekuasaan, maka dengan peraturan daerah kepalanya hanya diisi hukum dia ahli hukum, tapi hatinya senantisa berzikir lailahaillallah muahmamadarrasulullah.

Pribadi Orang islam tidak hanya dinilai dengan kesholehan pribadi, sholeh secara pribadi, rajin puasa senin kamis, rajin sholat jumat, hanya untuk pribadi saja, La-ayyahdiaallahu bika rajulan wahidan  satu orang yang dapat hidyah karnamu khairul laka  min humrin na‘am lebih baik dari pada engkau memiliki seekor onta yang merah, onta merah adalah harta kebanggaan orang kafir musrik jahiliyyah, engkau memilki seekor onta yang merah kau sangka kau punya dunia dan seisinya bukan itu kata nabi, satu orang dapat hidayah karnamu, engkau lahirkan peraturan-peratuaran yang dapat menjaga ummat, yang dapat menjauh dari kejahatan yang munkar khairul laka  min humrin na‘am lebih baik dari pada engkau memliki harta yang berlimpah ruah.

Muslimin jamaah juamat yang dimulyakan Allah Swt.  Maka mari kita renungkan mungkin ketika kita mendengar kalimat-kalimat ini terlintas difikran kita, aku bukan penguasa, aku tidak punya kekuasaan, memang benar,!!! bukankah kita berkuasa dikantor yang diamanahkan untuk memimpinnya,? bukankah kita berkuasa diperusahaan yang kita diamanahkan Allah menjadi direkturnya,? bukankah berkuasa ditengah keluarga kita,? paling tidak kita kepala keluarga, dan berkuasa kepada anak istri, yaa ayyuhallazinaaamanuu wahai orang-orang yang beriman quu amfusakum jaga dirimu wa ahlikum orang-orang yang berada dibawa kekuasaanmu naara dari api neraka. Seorang pemimpin tidak dapat mengatakan yang penting aku selamat, yang penting saya sholat, yang penting saya puasa, masalah anak buah saya, bukan urusan saya, kitakan sudah dewasa urusan pribadi, urus masing-masing, hubungan dengan tuhan hubungan dengan individual. Inilah kalimat orang-orang sekuler yang memisahkan diri dengan agama, yang memisahkan kenegaraan dengan agama, dalam Islam kita diajarkan mulai bangun tidur buka mata, sampai tutup mata harus berdasarkan ajaran Islam yaa ayyuhallazina aamanu hai orang-orang yang beriman udkhulu masukklah kamu fissilmi kedalam Islam Kaaffah secara keseluruhan.

Salahkan bila orang tidak punya kekuasaan lalu rajin kemasjid, rajin berinfaq shadaqah, ?. Tidak salah, baik dia ingin menutup usianya dengan khusnul khotimah, amat sangat baik. Tapi alangkah amat teramat sangat baik bila kekuasaan itu ada digenggaman tangannya itulah yang dipakai untuk menolong agama Allah Swt.

Jamaah jumaat yang dimulyakan Allah. Ketika Allah Swt menitipakan suatu rahmat  kepada diri kita, nanti dia akan tanya itu innassam’a pendengarana walbasar penglihatan wal fuad hati kullu ula-ika kana anhu mas-uula akan disoal, semua akan ditanya, semua akan diminta pertanggung jawaban dihadapan Allah Swt. Mungkin kita tidak punya kuasa tapi ada rahmat harta yang dititipkan Allah maka harta itu juga bukan hadiah, harta adalah tanggung jawab, amanah.  Sebesar apa itu harta kita gunakan untuk menolong agama Allah Swt ?. Syeikh Muhammad Al-Ghazali guru dari syeikh Yusuf Al-Qaradhawi menyebutkan dalam salah satu kitab tulisannya bahwa orang Perancis berinfaq dalam tanda kutip mengahabiskan hartanya 150 ton emas untuk merobah agama kaum muslimin yang ada di Afrika Utara, Tunisia, Aljazair, dan Maroko. Bisa dilihat Katedral besar tegak berdiri menaranya mencakar langit ditengah kota Rabat ibu kota Maroko. Padahal tidak seorangpun orang Maroko yang beroba keyakinan, padahal mereka sudah siapkan harta begitu banyak.

Orang-orang Itali tidak mau menuliskan agama dalam Aisi (AC), Aidentity Card kartu tanda pengenal, apa sebab? Apa kronologis orang Itali tidak mau menuliskan agama dikartu tanda penduduknya,? karna bila dituliskan agama maka otomatis gajinya akan dipotong 10% oleh agamanya. Apa maknanya,? ada kewajiban memberikan 10% dari pendapatan untuk agama. Islam pernahkan gaji kita dipotong langsung 10% , kalaupun ada kabupaten, kota, pemda, yang memotong 2.5% itupun zakat, tapi 10% terlalu banyak. Yang 2.5% pun banyak yang mengeluarkan sumpah serapah, saya mau berzakat itu terserah saya, saya mau bersedekah itu hubungan pribadi saya dengan tuhan, kenapa mesti diatur-atur, kenapa mesti diurus-urus. Tenyata ornag Eropa yang sekuler, yang katanya kafir, yang katanya sosialis, yang katanya komunis mereka masih memotong potongan atas dengan potongan yang luar biasa.

Jamaah Jumaat yang dimulyakan Allah Swt, maka kita perlu berfikir sejenak agama Allah ini dulu pernah kuat kenapa?. Dia di topang dengan tiang-tiang yang kokoh, tiang kekuasaan, tiang ekonomi, tiang ilmu pengetahuan, maka kita akan bangkitkan lagi agama ini. Sulitkah bagi Allah ta’ala menolong agamnya, Allah maha besar Inanama amruhu iza arodasyai-aan ayyakulalahu kunfayakun, wahuwa alaa kulli syai-in qadir, dia maha kuasa atas segala sesuatu, lalu kenapa kita perlu menolong agama ini?, bukankah dia maha kuasa, bukankah al-aziz al-jabbar, al-mutakabbir, zuljalaliwal-ikram, kenapa makhluk yang lemah ini disuru untuk menolong agamanya?, dia katakana dalam kitab sucinya intansurullaha jika kau tolong agama Allah yansurkum dia akan menolong kamu, dia bukan tidak sanggup untuk menolong agamanya, dia maha kuasa unruk membolak-balikkan dunia ini, tapi dia ingin menguji hamba-hambanya. Hambaku yang ku titipkan kekuasaan sudihkah engkau ku uji dengan kekuasaan,? banyak orang menganggap menjadi miskin itu ujian, menjadi rakyat jelata tidak punya kekuasaan, oh kasihannya fakir miskin dia sedang diuji. Tapi banyak yang tidak sadar bahwa kekuasaaan adalah ujian, bahwa harta adalah ujian. Banyak yang lulus dengan kemiskinan, banyak yang lulus dengan kesusasahan, tapi ketika diuji dengan harta dan keskuasaan disitulah dia lupa kepada Allah Swt, padahal semua ini tak lain dan tak bukan hanyalah ujian.

Ketika raja diraja Sulaiman anak Daud As, bagaimana kekuasaan Nabi Sulaiman?, dari sungai Nil Afrika Utara sampai Sungai Eufrat di Irak, Asia- Afirka kekuasaan Nabi Sulaiman, bagaimana kehebatan Sulaiman?, nabi Sulaiman menguasai tidak hanya dunia manusia kepada dunia jin Ifrit pun dikuasai oleh nabi Sulaiman, yaa ayyuhal mala-u wahai bala tentaraku ayyukum ya’tini bi-‘arsyiha siapa yang mampu memindahkan siggasana kursi Balqis. Ratu Balqis kekuasaan di Yaman kekuasaan saba, siapa yang bisa memindahkan kursi ratu Balqis dari yaman ke Palestina 3000 Km jauhnya siapa yang bisa,? qaala ‘ifriitum minal jin berkatala jin ifrit ana aatikabihi aku sanggup memindahkan kursi Balqis qabla antakuma mim maqamik sebelum kau tgak dari tempat dudukmu, belum kau berdiri hai Sulaiman kursi Balqis-mu sudah sampai, qalallazi indahu ‘ilmum minal kitab berkata seorang lelaki yang memiliki pengetahuan alkitab, alquran kitab suci Allah. Apa dia bilang ana aatika bihi aku sanggup memindahkan kursi Balqis qobla ay yartadda ilaika torfuk sebelum matamu berkedip kursi singgasana Balqis sudah pindah dari Yaman ke Palestina. Ketika kursi itu sampai apa yang dikatan nabi Sulaiman As, nabi Sulaiman mengatakan, Haaza mimfadli robbi ini ujian tuhanku liyabluani dia sedang menguji imanku a-asykur apakah aku akan bersykur am-akfur apakah aku akan kufur.

Siang ini sepekan lamanya kita sibuk dengan aktifitas, rutunitas, menghitung harta, mengurus kekuasaan tapi siang ini kita masih diberikan rahmat hidup, nikmat sehat wal afiat, merenung sejenak dalam khutbah jumat apakah selama ini kekuasaan yang kita miliki, kita pakai untuk menolong agama Allah kalau sudah Alhamdulillah, khutbah ini membuat kita semakin istiqomah, kalau belum tidak ada kata terlambat. Mari kita pakai kekuasaan dan harta benda untuk menolong agama Allah, harta tidak lagi ada, kekuasaanpun tak tersisa, sampaikan kepada anak, menantu, cicit, sahabat, kerabat, handai taulan, wahai cucuku, wahai anakku, wahai sahabatku, wahai generasiku, aku dulu pernah berkuasa tapi aku tidak tau agama sekarang aku tidak punya apa-apa tapi ingin ku sampaikan kepada kalian, diakhir hayatku aku ingin kalian menolong agama Allah dengan harta dan kekuasaan yang dititipkan Allah Swt. Inilah yang akan dibawa menghadap Allah Swt.  Yaumalayamfa-umaalu walaa banun pada hari itu tidak lagi berguna harta, anakpun tidak bisa lagi menolong siapa yang akan menolong ? illa man talllaha biqolbin salim orang-orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang bersih membawa amal sholeh, pada saat menutup mata amal sholeh akan dibawa saat itu malaikat datang menghampiri, sebelum Izrail mencabut nyawa apa kata malaikat alla takhafu hai calon jenazah hai yang akan mati meninggalkan jasat la takhafu jangan takut, la tahzanu jangan kau sedih, wa-absyiru biljannatillati kuntum tu-adun berbahagialah kau mendapatkan surga yang dijanjikan Allah, saat tersenyum saat itulah ruh keluar dari jasad dibawa oleh malaikat Izrail menghadap pencipntanya Allah Swt.


بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم


Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. 

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Catatan :

Mohon Maaf Kalau Ada Ketikan Tulisan Yang Salah, Sebaiknya untuk dalil yang bercetak merah dicari yang tulisan asli (Tulisan Arab), supaya tidak salah. Untuk Muqaddimah Khutbah ke-1 dan khubah ke-2 tidak sama dengan Ust Abdul Somad karna belum sempat mengetik. 
Ini link khutbah asli beliau di youtube : https://www.youtube.com/watch?v=GJ5c6Ut343w

Semoga bermanfaat....!!!

Hidup mulya atau mati syahid