Senin, 10 Agustus 2026

Profil Singkat

Syamsul Bahri, S.Pd.,  Lahir di Punggur Besar, Kalimantan Barat, dan berdomisili di Jalan Parit Jawi, Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.


Berfaham Ahlussunnah wal Jamaah (ASWAJA), berpegang pada Aqidah Imam Abu Hasan Al Asyari, Fiqih Imam Syafii, Tasawuf Imam Al Ghazali, mengamalkan Thariqah Sammaniyah, serta berkhidmat di Nahdlatul Ulama (NU).


Menempuh pendidikan di MI, MTs, MAS, dan Madrasah Diniyah Miftahul Ulum Punggur Besar di bawah asuhan KH Ali Makki Muhari, S.Pd.I. Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura, kemudian menyelesaikan studi Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Pontianak dan meraih gelar Sarjana Pendidikan. Selain itu, juga menempuh pendidikan di Mahad Al Khansa Universitas Muhammadiyah Pontianak dengan konsentrasi Bahasa Arab.


Belajar membaca Al Quran kepada Guru Sulaiman Deremeng dan Guru Murni di Parit Haji Derajak, Punggur Besar. Sejak tahun 2015 hingga sekarang belajar langsung kepada Abah Guru Muhammad Khairani bin H M Jumberi Al Banjari, Pembina Majelis Talim Riadhul Jannah, Pontianak.


Saat ini berkhidmat sebagai khadim dan guru di Pondok Pesantren Serumpun Cahaya. Selain itu, aktif sebagai praktisi Ruqyah ASWAJA bersama Tim Ruqyah Pondok Pesantren Serumpun Cahaya di bawah bimbingan Kiai Ahmad Imron Rosyidi, Ibnu Abdillah Al Katiby, Pendiri dan Pembina Keluarga Besar Ruqyah ASWAJA (KBRA), Grobogan, Jawa Tengah.


Prestasi:

1. Meraih peringkat kelas secara berturut turut sejak kelas III MI hingga kelas XII MA.

2. Juara Umum Madrasah Diniyah Tahun 2006.

3. Juara 2 Fahmil Al Quran MTQ Tingkat Kecamatan Sungai Kakap Tahun 2009.

4. Juara 1 Putra IPNU Kalimantan Barat Tahun 2011.

5. Juara 1 Lomba Pidato, Puisi, dan Kaligrafi Tahun 2012.

6. Juara 1 Syarhil Al Quran MTQ Tingkat Kecamatan Sungai Kakap dan Kota Pontianak Tahun 2013.

7. Tiga kali Juara 1 Cerdas Cermat tingkat MA.

8. Pelatih Syarhil Al Quran pada tahun 2013, 2014, dan 2017.

9. Juara 1 Lomba Tafsir Al Quran Tingkat Mahasiswa dan SMA Tahun 2015.

10. Mewakili Universitas Muhammadiyah Pontianak sekaligus menjadi utusan Indonesia pada Festival Kesenian Islam Antarbangsa di Kuching, Sarawak, Malaysia, Tahun 2015.

11. Mewakili Universitas Muhammadiyah Pontianak pada Lomba Kaligrafi Pekan Seni Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah se Indonesia di Universitas Muhammadiyah Jakarta Tahun 2017.

Senin, 27 Juli 2026

Video dan Lirik Lahirnya NU

Teks lirik Lagu Lahirnya NU

Videonya klik Video lengkap Lahirnya NU

Download klik Lirik Lagu Berdirinya NU

Untuk menjaga kemurnian agama Islam

Dari arus aliran yang banyak bermunculan 

Yang melampaui batas dalam mempraktekkannya

Tidak sesuai dengan teori idealnya 

~

Kiyai Abdul Wahab mempunyai pandangan

Para ulama kiyai harus dikumpulkan

Bersatu dibawah naungan organisasi

Tuk menjaga ajaran yang murni dari nabi


Keinginannya sampai pada para kiyai

Termasuk gurunya Kiyai Hasyim Asy'ari

Namun Kiyai Hasyim tak langsung merestui

Dan tidak serta merta memutuskan sendiri


Reff :

NU tak seperti organisasi biasa

Izinnya hanya dari sesama manusia

Tapi izinnya NU dari Allah Ta'ala

Dzat Maha Kuasa Tuhan kita semua


Kiyai Hasyim memusatkan perhatiannya

Istikhoroh mohon petunjuk pada Tuhannya 

Kiyai Hasyim istikhoroh berulang-ulang

Tapi petunjuk Allah tak jua kunjung datang


~

Ternyata petunjuk Alloh datang melalui

Shaikhona Kholil guru Kiyai Hasyim Asy'ari 

Syaikhona memanggil santri yang bernama As'ad 

Suruh ke Kiyai Hasyim mengantarkan tongkat


Peristiwa yang bersejarah itu terjadi

Tahun satu sembilan dua empat masehi 

Mari kita ikuti cerita selengkapnya 

Dengan harapan bisa diambil manfa'atnya

..........


Syaikhona berkata tongkat ini kau antarkan

Ke dalem Kiyai Hasyim Tebuireng Jombang 

Ayat tujuh belas sampai dua puluh tiga

surat Thoha harus engkau hafalkan semua


~

Sesampainya disana tongkatnya di serahkan

Kiyai Hasyim bertanya apa ada pesan

As'ad langsung membaca ayat yang dihafalkan

Kiyai Hasyim berkata ini berkaitan


Dengan rencananya mendirikan perkumpulan

Organisasi ulama yang direncanakan

Perintah sang guru tidak hanya satu kali

Setelahnya syaikhona memanggil As'ad lagi


Reff :

Tuk mengantarkan tasbih ke Tebuireng Jombang

As'ad seorang santri yang ta'at tunduk sopan

Ini pun disertai pesan dari kiyai

Ya jabbaru ya qohhar dibaca tiga kali


Dan Syaikhona menyandangkan tasbih

dilehernya

Sesampainya disana tetap di posisisinya

Karena As'ad tidak berani mengubahnya

Meskipun banyak orang yang mentertawakannya


~

Sesampainya disana tasbihnya diserahkan

Oleh As'ad dengan sambil membungku'kan badan

Dan Kiyai Hasyim Asy'ari yang mengambilnya

Dari lehernya As'ad pemberian gurunya


Dengan pesan bacaan dari Syaikhona Kholil 

Ya Jabbaru ya Qohhar tiga kali banyaknya

Terus Kiyai Hasyim minta tolong ke As'ad 

Pada para ulama tuk mengantarkan surat


Reff :

Suratnya itu berisi pemberitahuan

Tentang organisasi yang akan didirikan

Pada tanggal tiga puluh sat Januari

tahun satu sembilan dua enam masehi


Para ulama terkemuka Jawa Madura 

Kalimantan semua berkumpul di Surabaya 

Untuk mendirikan organisasi ulama'

Yang kemudian bernama Nahdlatul 'Ulama


~

Lahirnya NU tak segampang membalik tangan

Izinnya saja langsung memohon pada Tuhan 

Kiyai Hasyim memohon kepada Tuhan-nya 

Petunjuk itu datang melalui gurunya 


Gurunya adalah Syaikhona Kholil Demangan

Tempat Pulau Madura Kabupaten Bangkalan 

As'ad pun ikut andil dalam mendirikannya 

Walau hanya mengantarkan tongkat dan tasbihnya 


Reff :

Sebelum dua bulan Kiyai Hasyim wafat

Sempat bertamu ke dalem Kiyai As'ad 

Maksud dan tujuannya tuk menitipkan NU

Tempat semua ummat Islam bersatu padu


Tak akan ada orang dapat membubarkannya

Dan siapa saja yang berkhianat padanya

Akan hancur sendiri itulah akibatnya

Semoga kita diakui sebagai warganya


Moga kita semua mendapat barokahnya

Bahagia dunia dan juga akhiratnya

Hidup mulya atau mati syahid